Gadis Penjual Mie Ini Menikah dengan Seorang Pelanggan Miskin, Tapi Tidak Disangka, Ternyata...

Manusia punya mimpi dan cita- cita, akan tetapi Tuhan yang menentukan semuanya. Seperti jodoh, dengan siapa dan dari mana jodoh kita, juga menjadi sebuah misteri sebelum sampai pada waktunya. Tugas kita sebagai manusia adalah berusaha dengan jalan yang sebaik - baiknya.

Perjalanan demi perjalanan pun harus kalian lalui, termasuk dalam urusan memantaskan diri.

Nantinya, pertemuan itu sendiri seperti surprise, yang segala sesuatunya terjadi tanpa diduga-duga.

Bahkan jauh dari bayangan yang sudah kamu gambarkan sebelumnya.

Salah satu hal tak terduga dari pertemuan yang paling banyak dibayangkan, tak lain tempatnya.

Kira-kira aku ketemu jodohku di mana, ya?

Apa mungkin di kampus, kantor, tempat makan atau mungkin juga jalan?

Berikut ini pengalaman seorang wanita penjual mie yang bertemu jodohnya.

Ternyata jodohnya adalah pelanggannya sendiri.

Berikut kisahnya:

Demi merawat ibu yang terkena stroke dan menghidupi adik yang masih kuliah, aku harus banting tulang, setiap hari mendorong gerobak roda tiga berjualan mie di pinggir jalan.

Cukup dengan menata 2-3 meja dan kursi di pinggir gerobak, bisnis kecilku pun sudah bisa dimulai.

Saat bisnis baik, pendapatanku bisa lumayan, namun bila tidak baik, aku akan rugi karena bahan makanannya rusak.

Ya, kupikir, beginilah kehidupan orang miskin, namun siapa sangka gadis miskin seperti aku malah bisa menikahi bos kaya raya.

Dulu dia sering sekali datang ke warung kecilku untuk makan mie.

Setiap mampir, ia selalu memesan menu yang sama, yaitu mie ayam (menu yang harganya paling murah).

Terkadang, ia akan mengajakku berbincang, kebanyakan menanyai pendapatan dan keadaan bisnisku sehari- hari.

Ia memakai pakaian yang sangat sederhana, ia juga selalu datang dengan jalan kaki.

Jujur, aku tidak pernah menyangka ia adalah orang kaya.

Bahkan aku pernah berpikir, ia adalah orang miskin yang super malas.

Ya, malas masak sendiri sampai- sampai hampir setiap hari makan mie di warungku.

Sampai suatu hari, ia bertanya padaku apakah aku punya pacar.

Aku jawab: "Aku begitu miskin, ibuku sakit stroke, adikku masih kuliah, siapa yang bisa mau?"

Tapi tidak disangka ia malah menjawab: "Aku mau..."

Aku langsung terdiam. Aku tidak berani menerimanya menjadi pacar, namun sejak saat itu, ia pasti selalu muncul di depan warungku setiap jam 6 sore.

Ia membantuku dan mengajakku berbincang.

Suatu kali, ia lama sekali tidak muncul, hatiku pun bisa merasa was- was.. Apakah pria ini sudah berjanji dengan wanita lain?

Tapi, pada jam 8 malam, ia datang.

Dengan seikat bunga segar dibawa di tangan, ia menembakku! Beginilah, akhirnya kami mulai pacaran.

Ia beberapa kali mengajakku ke rumah untuk bertemu dengan keluarganya, tapi tekananku begitu besar, aku tidak berani!

Aku pun terus beralasan, "Nanti tunggu kondisi ibu baikan dulu ya, baru pergi ke rumah kamu.."

Tapi aku tidak bisa menghindar terlalu lama, akhirnya, aku pun sampai di depan rumahnya.

Aku kaget bukan main! Aku tidak menyangka bahwa rumahnya adalah "dunia yang lain", ia sama sekali tidak pernah memberitahu aku tentang hal ini.

Aku merasa aku tidak cocok dengannya, aku tidak layak, aku tidak punya muka untuk bertemu orangtuanya! Namun ia tetap teguh untuk meyakinkanku.

Akhirnya, aku pun masuk ke rumahnya, dan tidak disangka, orangtuanya menyambutku dengan sangat hangat.

Saat itu, aku baru sadar, ternyata dulu aku pernah bertemu dengan ayahnya.

Ayahnya menderita penyakit pikun yang sangat parah, terkadang ia bahkan tidak tahu apa yang ia lakukan.

Suatu kali,ia tiba-tiba keluar dari rumah dan tidak tahu jalan pulang. Ia sangat lapar, kebetulan warungku ada di depan mata.

Ia pun langsung duduk di meja dan memakan mie bekas orang lain. Ketika aku melihat orang tua ini, aku tidak mengusirnya, melainkan mengganti mie-nya dengan semangkuk mie yang baru.

Setelah selesai makan, aku menanyai di mana rumahnya, namun ia tidak bisa menjawab. Ia bilang ia tersesat, akhirnya aku mengantarnya ke kantor polisi.

Siapa yang sangka tindakan sederhana ini ternyata malah menjadi titik balik dalam kehidupanku! Setelah si Ayah sampai di rumah, ia bercerita tentang aku, akhirnya putranya (yaitu suamiku) pun menjadi sering datang ke warung.

Ia bilang, sebenarnya Ia hanya ingin mencari kesempatan untuk membayar kebaikanku dengan uang, namun tidak tahu mengapa ia merasa mie yang kumasak semakin lama semakin enak...



Saat ini,suamiku sudah membelikanku sebuah toko, aku sudah memiliki karir sendiri! Ibu dan ayah mertua pun menyayangiku, aku sangat bersyukur dengan kehidupanku sekarang.

Adikku tahun ini tamat kuliah dengan lancar, diriku sendiri pun tengah mengandung buah hati yang pertama.

Wah, kehidupan yang baru baru saja mau dimulai! Meskipun dulu sangat sulit, namun semuanya tetap harus disyukuri.

Kalau tidak ada kepahitan di masa lalu, aku yakin hidupku tidak akan seindah sekarang.

1 kalimat untuk suamiku: Terima kasih, aku sayang kamu.

Dari kisah ini kita bisa melihat, asalkan kita berjuang Tuhan akan memberikan pahala yang setimpal.

Cinta sejati hanya bisa ditemui secara kebetulan, bukan sengaja diminta.
sumber
loading...